Sabtu, 25 Juli 2009

SIPUT DAN LALAT

Suatu hari, Langit begitu Indah & Cerah, Awal dari Musim Semi yang membahagiakan..
Di bawah Pohon CERI,Tampak seekor Siput Kecil merayap ke atas perlahan..

Sementara itu, beberapa saat kemudian, muncul seekor Lalat yang terbang kesana kemari dengan ceria sambil memperhatikan si Siput..
Melihat si Siput merayap perlahan, Sang Lalat berkata :"Hai, Siput, kamu hendak kemana?" Dengan tenang, sambil terus merayap, Si Siput kecil menjawab :"Mau makan Buah CERI"
"Ha ha ha, Siput Bodoh.. Mana ada Buah CERI? Aku dari atas sana, Buah CERInya nggak ada"
Lalat menertawakan perilaku si Siput Kecil..
Kata si Siput Kecil :"Aku nggak peduli, Saat aku tiba di atas, Pohon CERInya pasti sudah berbuah"

Terkadang bentuk nyata Tujuan Hidup tidak tampak Jelas..
Namun, mereka yang SUKSES adalah mereka yang Bisa menembus waktu, Melihat ke depan & tetap Teguh, Gigih Bergerak untuk mencapai Impiannya..
Orang lain mungkin tidak melihatnya, Bahkan mungkin mencemooh, karena mereka tidak mengerti..
Orang lain akan berusaha menjatuhkan semangat Anda..
Namun pada saat Anda mencapai impian Anda, Pada saat Anda memperoleh Buah CERI yang Anda inginkan, barulah mereka mengerti bahwa Impian Anda bukanlah Khayalan semata..
Karena itu, Jangan biarkan orang lain merebut atau merubah mimpi Anda sebelum terwujud..

Beranilah Bermimpi & Tetaplah TEGUH Bergerak untuk meraih mimpi tersebut..
(PELAMPUNG HATI - Anthony Dio Martin)

Collect from kisah kisah inspiratif FB

Jumat, 24 Juli 2009

Rahasia Allah

Di salah satu gereja di Eropa Utara, ada sebuah patung Yesus Kristus yang disalib, ukurannya tidak jauh berbeda dengan manusia pada umumnya.
Karena segala permohonan pasti bisa dikabulkan-Nya, maka orang berbondong-bondong datang secara khusus kesana untuk berdoa, berlutut dan menyembah, hampir dapat dikatakan halaman gereja penuh sesak seperti pasar.
Di dalam gereja itu ada seorang penjaga pintu, melihat Yesus yang setiap hari berada di atas kayu salib, harus menghadapi begitu banyak permintaan orang, ia pun merasa iba dan di dalam hati ia berharap bisa ikut memikul beban penderitaan Yesus Kristus.
Pada suatu hari, sang penjaga pintu pun berdoa menyatakan harapannya itu kepada Yesus.
Di luar dugaan, ia mendengar sebuah suara yang mengatakan, "Baiklah! Aku akan turun menggantikan kamu sebagai penjaga pintu, dan kamu yang naik di atas salib itu, namun apapun yang kau dengar, janganlah mengucapkan sepatah kata pun."
Si penjaga pintu merasa permintaan itu sangat mudah.
Lalu, Yesus turun, dan penjaga itu naik ke atas, menjulurkan sepasang lengannya seperti Yesus yang dipaku diatas kayu salib.
Karena itu orang-orang yang datang bersujud, tidak menaruh curiga sedikit pun.
Si penjaga pintu itu berperan sesuai perjanjian sebelumnya, yaitu diam saja tidak boleh berbicara sambil mendengarkan isi hati orang-orang yang datang.
Orang yang datang tiada habisnya, permintaan mereka pun ada yang rasional dan ada juga yang tidak rasional, banyak sekali permintaan yang aneh-aneh.
Namun, demikian, si penjaga pintu itu tetap bertahan untuk tidak bicara, karena harus menepati janji sebelumnya.
Pada suatu hari datanglah seorang saudagar kaya, setelah saudagar itu selesai berdoa, ternyata kantung uangnya tertinggal.
Ia melihatnya dan ingin sekali memanggil saudagar itu kembali, namun terpaksa menahan diri untuk tidak berbicara.
Selanjutnya datanglah seorang miskin yang sudah 3 hari tidak makan, ia berdoa kepada Yesus agar dapat menolongnya melewati kesulitan hidup ini. Ketika hendak pulang ia menemukan kantung uang yang ditinggalkan oleh saudagar tadi, dan begitu dibuka, ternyata isinya uang dalam jumlah besar. Orang miskin itu pun kegirangan bukan main, "Yesus benar-benar baik, semua permintaanku dikabulkan!" dengan amat bersyukur ia lalu pergi.
Diatas kayu salib, "Yesus" ingin sekali memberitahunya, bahwa itu bukan miliknya, namun karena sudah ada perjanjian, maka ia tetap menahan diri untuk tidak berbicara.
Berikutnya, datanglah seorang pemuda yang akan berlayar ke tempat yang jauh. Ia datang memohon agar Yesus memberkati keselamatannya.
Saat hendak meninggalkan gereja, saudagar kaya itu menerjang masuk dan langsung mencengkram kerah baju si pemuda, dan memaksa si pemuda itu mengembalikan uangnya.
Si pemuda itu tidak mengerti keadaan yang sebenarnya, lalu keduanya saling bertengkar.
Di saat demikian, tiba-tiba dari atas kayu salib "Yesus" akhirnya angkat bicara.
Setelah semua masalahnya jelas, saudagar kaya itu pun kemudian pergi mencari orang miskin itu, dan si pemuda yang akan berlayar pun bereggas pergi, karena khawatir akan ketinggalan kapal.
Yesus yang asli kemudian muncul, menunjuk ke arah kayu salib itu sambil berkata, "TURUNLAH KAMU! Kamu tidak layak berada disana."
Penjaga itu berkata, "Aku telah mengatakan yang sebenarnya, dan menjernihkan persoalan serta memberikan keadilan, apakah salahku?"
"Kamu itu tahu apa?", kata Yesus. "Saudagar kaya itu sama sekali tidak kekurangan uang, uang di dalam kantung bermaksud untuk dihambur-hamburkannya. Namun bagi orang miskin, uang itu dapat memecahkan masalah dalam kehidupannya sekeluarga. Yang paling kasihan adalah pemuda itu. Jika saudagar itu terus bertengkar dengan si pemuda sampai ia ketinggalan kapal, maka si pemuda itu mungkin tidak akan kehilangan nyawanya. Tapi sekarang kapal yang ditumpanginya sedang tenggelam di tengah laut."
Ini kedengarannya seperti sebuah anekdot yang menggelikan, namun dibalik itu terkandung sebuah rahasia kehidupan...
Kita seringkali menganggap apa yang kita lakukan adalah yang paling baik, namun kenyataannya kadang justru bertentangan.
Itu terjadi karena kita tidak mengetahui hubungan sebab-akibat dalam kehidupan ini.
Kita harus percaya bahwa semua yang kita alami saat ini, baik itu keberuntungan maupun kemalangan,semuanya merupakan hasil pengaturan yang terbaik dari Tuhan buat kita, dengan begitu kita baru bisa bersyukur dalam keberuntungan dan kemalangan dan tetap bersuka cita.
Sebab kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan buat kita. (Roma 8:28)
Collect from kisah kisah ispirasi Facebook

Selasa, 21 Juli 2009

MATEMATIKA TUHAN

Pada suatu kelas seorang guru berkata pada murid muridnya bahwa ALLAH juga mengajarkan pada kita tentang pelajaran matematika.
Tentu saja para murid dalam kelas tersebut bingung dan bertanya tanya satu dengan yang lain.

Lalu guru tersebut melanjutkan bertanya kepada para murid :"Apa hukum dasar matematika yang kita tahu?"
Dengan yakin seorang murid menjawab :" Tambah(+) , Kurang(-) , Kali (x) dan Bagi (:)".
lalu guru menjawab :" Betul sekali nak, sekarang tahukah kamu bahwa hukum dasar itu jugalah yang ada dalam matematika ALLAH ?".
Semua murid saling berpandangan dengan bingung, maka sang guru melanjutkan. Katanya:
TAMBAH artinya ALLAH meminta kita untuk terus meNAMBAHkan iman kita kepadaNYA.
KURANG artinya ALLAH meminta kita untuk meNGURANGkan ke aku-an kita.
KALI artinya ALLAH meminta kita untuk selalu mampu memaafkan dan mengampuni berKALI-KALI banyaknya seperti yang telah difirmankannya.
BAGI artinya ALLAh meminta kita untuk selalu memBAGIkan berkat yang kita terima.
Maka dengan melaksanakan rumus dasar matematika ALLAH niscaya hidup kita akan lebih dekat kepadaNYA.

Collect from rekoleksi lingkungan

Minggu, 19 Juli 2009

Ketika Allah Berkata "TIDAK"

Ya Allah ambillah kesombonganku dariku.
Allah berkata "TIDAK, bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya".

Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakMu yang cacat.
Allah berkata "TIDAK, jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara".

Ya Allah berikan aku kesabaran.
Allah berkata "TIDAK, kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan, tidak diberikan, kau yang harus meraihnya sendiri".

Ya Allah jauhkan aku dari kesusahan.
Allah berkata "TIDAK, penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu padaKu".

Ya Allah beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.
Allah berkata "TIDAK, aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal".

Ya Allah bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.
Allah berkata "Ahhhh, akhirnya kau mengerti!"

Kadangkala kita berpikir bahwa Allah itu tidak adil, kita telah bersusah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha pagi- siang- malam, tapi tak ada hasilnya.

Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan bahkan ratusan surat lamaran telah kita kirimkan namun tak ada jawaban sama sekali, sedangkan orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan.

Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya tanpa susah payah.

Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakan dan kegagalan, sedangkan orang lain dengan mudah berganti pasangan.

Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhan terus meningkat.

Dari semua itu, Allah tahu apa yang paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, karena allah tahu yang terbaik yang kita tidak tahu. "KARENA SEMUA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA"

Collect from newsletter HKY