Selasa, 24 November 2009

ALLAH MENJAGA HIDUPKU

Mary Murphy, pemimpin dari sebuah jaringan intercessor, baru-baru ini mengirimkan suatu kesaksian.

Kesaksian ini dapat mengingatkan kita untuk selalu berdoa terlebih jika ada dorongan yang kuat dari Allah untuk menyuruh kita berdoa. Saat mengunjungi gereja di tanah asalnya, Michigan, seorang misionaris memberikan kesaksian tentang peristiwa yang dialaminya:

Saat melayani rumah sakit kecil di Afrika, setiap 2 minggu sekali saya melakukan perjalanan ke kota terdekat dengan bersepeda dan melewati hutan, untuk mengambil persediaan obat-obatan.

Perjalanan ini memerlukan waktu 2 hari dan bermalam di tengah hutan setelah menempuh setengah perjalanan. Dalam salah satu perjalanan, setelah tiba di kota terdekat saya merencanakan untuk mengambil uang dari bank, membeli obat-obatan dan barang-barang persediaan, dan kemudian memulai lagi dua hari perjalanan untuk kembali ke rumah sakit.

Ketika tiba di kota , saya melihat 2 orang berkelahi dan salah satunya mengalami luka yang serius. Saya merawat luka-lukanya sekaligus menceritakan padanya tentang Tuhan Yesus Kristus. Sesudah selesai, saya kembali ke rumah sakit dengan selamat tanpa gangguan.

Dua minggu kemudian, saya kembali melakukan perjalanan serupa. Sesampai di kota, saya bertemu lagi dengan orang yang telah saya rawat lukanya. Dia berkata bahwa dia tahu kalau saya memiliki sejumlah uang dan persediaan obat-obatan. Katanya, "Waktu itu, sesudah Anda merawat luka saya, maka beberapa teman dan juga saya mengikuti Anda sampai ke hutan, karena kami tahu bahwa Anda pasti akan bermalam di tengah hutan. Kami merencanakan untuk membunuh Anda lalu mengambil uang dan obat-obatan yang Anda bawa. Namun saat kami hendak bergerak mendekati tenda Anda, kami melihat bahwa Anda dijaga oleh 26 orang bersenjata."

Si misionaris mentertawakan hal itu dan berkata bahwa pada malam itu hanya dia seorang diri yang berkemah di tengah hutan. Tapi, anak muda itu tetap bersikeras, dan berkata, "Benar, Pak! Bukan saya sendiri saja yang melihat para penjaga itu. Kelima teman saya juga melihat mereka, dan kami bersama-sama menghitung jumlah penjaga. Karena penjaga-penjaga itulah, kami lari ketakutan."

Saat misionaris itu menceritakan hal itu di hadapan jemaat di Michigan, tiba-tiba ada seorang jemaat yang menyela khotbahnya dan bertanya kapan peristiwa itu terjadi. Misionaris itu lalu menyebutkan hari terjadinya peristiwa itu.

Jemaat yang menyela tadi lantas bercerita pada misionaris itu: "Insiden yang Anda alami di Afrika itu terjadi di malam hari, tapi saat itu di sini masih pagi, saya sedang mempersiapkan diri untuk main golf. Saya sedang berlatih dengan pukulan ringan saat saya terdorong untuk berdoa bagi Anda. Dorongan Allah tersebut sangatlah kuat, lalu saya mengundang beberapa jemaat lain untuk bertemu di gereja ini dan bersama-sama mendoakan Anda. Jemaat yang bersama-sama saya pada saat itu berdoa, saya undang untuk berdiri!"

Para jemaat yang dimaksud semuanya berdiri. Misionaris itu tidak terlalu memikirkan tentang siapakah mereka, namun dia terlalu sibuk menghitung jumlah jemaat yang berdiri tersebut. Semuanya ada 26 jemaat!

Kesaksian ini dapat digunakan sebagai contoh tentang bagaimana Roh Allah bekerja dengan cara yang luar biasa. Bila Anda menerima dorongan seperti itu, segeralah dilaksanakan. Ada orang yang merindukan dan memerlukan dukungan doa Anda saat itu juga.

Collect from my friend Yong

MENGAPA HARUS AKU TUHAN

Pada suatu hari ada seorang petani yang terkenal begitu rajin dibandingkan dengan teman-temannya. Saat musim tanam tiba, pergilah ia ke sawah untuk menanam padi.

Cuaca yang sangat mendukung dan pikiran untuk mendapat keuntungan yang besar menambah semangatnya untuk terus bekerja.

Hingga tibalah satu pekan sebelum musim panen. Tanpa diduga hujan turun dengan lebatnya selama beberapa hari dan tak kunjung reda yang membuat padi-padi yang sudah ditanamnya sudah terendam air. Hancur sudah impiannya untuk memperoleh hasil panen yang besar. Petani tersebut yang sudah kecewa lalu berteriak, "apa kesalahanku Tuhan sehingga aku mengalami kerugian seperti?"

Orang selalu mengajukan pertanyaan "mengapa" bila sedang menghadapi ketidakberuntungan dan kesukaran.

Pertanyaan ini penting karena menunjuk pada kenyataan bahwa tidak ada sesuatupun yang terjadi secara kebetulan. Namun, bukan berarti kita berhak untuk mengatakan "mengapa" setiap kali datang kepada Tuhan.

Pernahkan kita bertanya kepada Tuhan "MENGAPA HARUS AKU YA TUHAN" disaat kita mendapatkan kebahagiaan atau keuntungan. karena seringkali kita akan berpikir hal itu sudah selayaknya kita dapatkan karena usaha keras kita, dan jarang kita berpikir sekeras apapun kita berusaha tanpa campur tangan Tuhan hal itu tidak akan mungkin.

Kisah Ayub dalam Alkitab adalah contoh nyata bagaimana karena selalu bertanya tentang kata yang satu ini, hukuman Tuhan datang kepada-Nya.

Sering kali Allah menyembunyikan alasan / jawaban untuk diri-Nya sendiri. Bahkan Allah menyembunyikannya jauh melampaui pengertian dan kemampuan kita dengan maksud untuk memperkuat iman kita dan agar kita sepenuhnya bersandar kepada-Nya.

Percayalah kepada Allah dengan penuh ketaatan dalam segala situasi dan kondisi. J

angan ragukan perkataan-Nya dan ketahui sudah banyak hal-hal besar menanti bila Anda setia.

Bersungut-sungut adalah penghalang Anda untuk menerima berkat Allah yang luar biasa.


Collect from my friend Yong

Senin, 23 November 2009

KUASAI KECERDASAN EMOSIONAL ANDA

"Siapapun bisa marah. Marah itu mudah. Tetapi, marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik,
bukanlah hal mudah." -- Aristoteles, The Nicomachean Ethics.

Mampu menguasai emosi, seringkali orang menganggap remeh pada masalah ini. Padahal, kecerdasan otak saja tidak cukup menghantarkan seseorang mencapai kesuksesan. Justru,pengendalian emosi yang baik menjadi faktor penting penentu kesuksesan hidup seseorang.

Kecerdasan emosi adalah sebuah gambaran mental dari seseorang yang cerdas dalam menganalisa, merencanakan dan menyelesaikan masalah, mulai dari yang ringan hingga kompleks. Dengan kecerdasan ini, seseorang bisa memahami, mengenal, dan memilih kualitas mereka sebagai insan manusia.

Orang yang memiliki kecerdasan emosi bisa memahami orang lain dengan baik dan membuat keputusan dengan bijak.
Lebih
dari itu, kecerdasan ini terkait erat dengan bagaimana seseorang dapat mengaplikasikan apa yang ia pelajari tentang kebahagiaan, mencintai dan berinteraksi dengan sesamanya.

Ia pun tahu tujuan hidupnya, dan akan bertanggung jawab dalam segala hal yang terjadi dalam hidupnya, sebagai bukti tingginya kecerdasan emosi yang dimilikinya.

Kecerdasan emosi lebih terfokus pada pencapaian kesuksesan hidup yang *tidak tampak*.
Kesuksesan bisa tercapai ketika
seseorang bisa membuat kesepakatan dengan melibatkan emosi, perasaan dan interaksi dengan sesamanya. Terbukti, pencapaian kesuksesan secara materi tidak menjamin kepuasan hati seseorang.

Di tahun 1990, Kecerdasan Emosi (yang juga dikenal dengan sebutan "EQ"), dikenalkan melalui pasar dunia. Dinyatakan bahwa kemampuan seseorang untuk mengatasi dan menggunakan emosi secara tepat dalam setiap bentuk interaksi lebih dibutuhkan daripada kecerdasan otak (IQ) seseorang.


Sekarang, mari kita lihat, bagaimana emosi bisa mengubah segala keterbatasan menjadi hal yang luar biasa....
Seorang miliuner kaya di Amerika Serikat, Donald Trump, adalah contoh apik dalam hal ini.

Di tahun 1980 hingga
1990, Trump dikenal sebagai pengusaha real estate yang cukup sukses, dengan kekayaan pribadi yang diperkirakan sebesar satu miliar US dollar.

Dua buku berhasil ditulis pada puncak karirnya, yaitu "The Art of The Deal dan Surviving at the Top". Namun jalan yang dilalui Trump tidak selalu mulus...

Anda ingat depresi yang melanda dunia di akhir tahun 1990? Pada saat itu harga saham properti pun ikut anjlok dengan drastis. Hingga dalam waktu semalam, kehidupan Trump menjadi sangat berkebalikan.

Trump yang sangat tergantung pada bisnis propertinya ini harus menanggung hutang sebesar 900 juta US Dollar! Bahkan Bank Dunia sudah memprediksi kebangkrutannya.
Beberapa
temannya yang mengalami nasib serupa berpikir bahwa inilah akhir kehidupan mereka, hingga benar-benar mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Di sini kecerdasan emosi Trump benar-benar diuji. Bagaimana tidak, ketika ia mengharap simpati dari mantan istrinya, ia justru diminta memberikan semua harta yang tersisa sebagai ganti rugi perceraian mereka. Orang-orang yang dianggap sebagai teman dekatnya pun pergi meninggalkannya begitu saja.
Alasan yang sangat mendukung bagi Trump untuk putus
asa dan menyerah pada hidup. Namun itu tidak dilakukannya.

Trump justru memandang bahwa ini kesempatan untuk bekerja dan mengubah keadaan. Meski secara finansial ia telah kehilangan segalanya, namun ada "intangible asset" yang tetap dimilikinya.
Ya, Trump memiliki
pengalaman dan pemahaman bisnis yang kuat, yang jauh lebih berharga dari semua hartanya yang pernah ada!

Apa yang terjadi selanjutnya?

Fantastis, enam bulan kemudian Trump sudah berhasil membuat kesepakatan terbesar dalam sejarah bisnisnya.
Tiga tahun
berikutnya, Trump mampu mendapat keuntungan sebesar US$ 3 Milliar. Ia pun berhasil menulis kembali buku terbarunya yang diberi judul "The Art of The Comeback".

Dalam bukunya ini Trump bercerita bagaimana kebangkrutan yang menimpanya justru menjadikannya lebih bijaksana, kuat dan fokus daripada sebelumnya. Bahkan ia berpikir, jika saja musibah itu tidak terjadi, maka ia tidak akan pernah tahu teman sejatinya dan tidak akan menjadikannya lebih kaya dari yang sebelumnya. Luar biasa bukan?

Kecerdasan Emosi memberikan seseorang keteguhan untuk bangkit dari kegagalan, juga mendatangkan kekuatan pada seseorang untuk berani menghadapi ketakutan.

Tidak sama halnya seperti kecerdasan otak atau IQ, kecerdasan emosi hadir pada setiap orang dan bisa dikembangkan.

Berikut beberapa tips bagaimana cara mengasah kecerdasan emosi:

1. Selalu hidup dengan keberanian.
Latihan dan berani mencoba hal-hal baru akan memberikan beragam pengalaman dan membuka pikiran dengan berbagai kemungkinan lain dalam hidup.

2. Selalu bertanggung jawab dalam segala hal.
Ini akan menjadi jalan untuk bisa mendapatkan kepercayaan orang lain dan mengendalikan kita untuk tidak mudah menyerah. "being accountable is being dependable"

3. Berani keluar dari zona nyaman.
Mencoba keluar dari zona nyaman akan membuat kita bisa mengeksplorasi banyak hal.

4. Mengenali rasa takut dan mencoba untuk menghadapinya.
Melakukan hal ini akan membangun rasa percaya diri dan dapat menjadi jaminan bahwa segala sesuatu pasti ada solusinya.

5. Bersikap rendah hati.
Mau mengakui kesalahan dalam hidup justru dapat meningkatkan harga diri kita.

So, kuasailah kecerdasan emosi anda !

Karena mengendalikan emosi merupakan salah satu faktor penting yang bisa mengendalikan anda menuju sukses dan juga menikmati warna-warni kehidupan.

Collect from my friend hendry Ftrn

PERNAHKAH............

Pernahkah saat kau duduk santai dan menikmati hari, dalam seketika kau ingin berbuat sesuatu untuk orang yang kau sayangi?
Itu adalah TUHAN yang sedang berbicara denganmu melalui roh kudus-Nya.

Pernahkah saat kau sedang sedih, kecewa tetapi tidak ada orang disekitarmu yang dapat kau curhati?
Itu lah saat dimana TUHAN menginginkanmu untuk berbicara pada-Nya.

Pernahkah saat kau memikirkan seseorang yang sudah lama tak kau temui, dan seketika itu juga kau bertemu dengannya atau menerima telp darinya?
Itu adalah kuasa TUHAN. Tidak ada namanya kebetulan.

Pernahkah kau menerima sesuatu yang tak kau harapkan, yang tak sanggup kau dapatkan, yang kau ingin kan?
Itu adalah TUHAN yang mengetahui keinginan/suara hatimu.

Pernahkah kau berada dalam situasi yang buntu, tidak tahu cara memperbaikinya, bagaimana luka itu hilang atau sembuh, kau harus sadari bahwa itu adalah saat dimana TUHAN ingin memberikan cobaan untuk mu, sehingga kau memperoleh hari yang lebih cerah.

Collect from my friend yong

MEMBERI

Alkisah ada seorang anak berumur belasan tahun bernama Clark , yang pada suatu malam akan menonton sirkus bersama ayahnya.

Ketika tiba di loket, Clark dan Ayahnya mengantri di belakang serombongan keluarga besar yang terdiri dari Bapak, Ibu dan 8 orang anaknya.

Keluarga tadi terlihat bahagia malam itu dapat menonton sirkus. Dari pembicaraan yang terdengar oleh Clark dan Ayahnya, Clark tahu bahwa Bapak ke-8 anak tadi telah bekerja ekstra untuk dapat mengajak anak-anaknya menonton sirkus malam itu. Namun, ketika sampai di loket dan hendak membayar, wajah Bapak 8 anak tadi nampak pucat pasi. Ternyata uang 40 dollar yang telah dikumpulkannya dengan susah payah, tidak cukup untuk membayar tiket untuk 2 orang dewasa dan 8 anak yang total harganya 60 dollar. Pasangan suami istri itu pun saling berbisik, bagaimana harus mengatakan kepada anak-anak mereka bahwa malam itu mereka batal nonton sirkus karena uangnya kurang. Sementara anak-anaknya tampak begitu gembira dan sudah tidak sabar untuk segera masuk ke sirkus.

Tiba-tiba Ayah Clark menyapa Bapak 8 anak tadi dan berkata, “Maaf Pak, uang ini tadi jatuh dari saku Bapak”, sambil menjulurkan lembaran 20 dollar dan mengedipkan sebelah matanya. Bapak 8 anak tadi takjub dengan apa yg dilakukan Ayah Clark. Dengan mata berkaca-kaca, ia menerima uang tadi dan mengucapkan terima kasih kepada Ayah Clark, dan menyatakan betapa 20 dollar tadi sangat berarti bagi keluarganya. Tiket seharga 60 dollar pun terbayar dan dengan riang gembira keluarga besar itupun pun segera masuk ke dalam sirkus.

Setelah rombongan tadi masuk, Clark dan Ayahnya segera bergegas pulang. Ya, mereka batal nonton sirkus, karena uang Ayah Clark sudah diberikan kepada Bapak 8 anak tadi.

Malam itu, Clark merasa sangat bahagia. Ia tidak dapat menyaksikan sirkus, tapi telah menyaksikan dua orang Ayah hebat.

Cerita di atas mengingatkan saya akan kekuatan memberi.

The Power of Giving. Lebih tepatnya lagi “Giving and Receiving”. Karena memberi dan menerima, adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Dari cerita diatas, ada dua kebahagiaan yang terjadi dalam aktifitas memberi. Yaitu kebahagiaan bagi yang menerima, dan sekaligus kebahagiaan yang diperoleh si pemberi. Bapak 8 anak yang “diselamatkan” oleh Ayahnya Clark, tentu pada saat itu akan merasa sangat bahagia. Tapi Ayah Clark sendiri juga merasakan kebahagiaan yang sangat luar-biasa.

Kekuatan memberi (dan menerima) ini demikian dahsyat karena merupakan esensi dari alam semesta itu sendiri.

Tidak berlebihan apabila Deepak Chopra dalam 7 Spiritual Law of Success mencantumkan “Law of Giving” sebagai hukum kedua untuk sukses. Alam semesta berjalan menurut sirkulasi memberi dan menerima. Coba kita perhatikan.. Dalam seluruh fenomena alam, berjalan hukum memberi dan menerima. Manusia menghirup oksigen, dan menghembuskan karbon-dioksida, sementara tanaman menggunakan karbon-dioksida dalam proses foto sin tes a dan membebaskan oksigen. Proses memberi dan menerima, membuat segala sesuatu di alam semesta ini berjalan, mengalir.

Orang-orang jaman dahulu rupanya sangat memahami hal ini. Misalnya uang, alat tukar, dalam bahasa Inggris disebut currency, yang akar katanya adalah bahasa latin currere yang artinya mengalir.

Pertanyaan yang paling sering muncul adalah : Apakah yang harus saya berikan? J

awabannya sama dengan pertanyaan : Apa yang Anda ingin dapatkan? Jika Anda ingin mendapatkan kasih-sayang, berikan kasih sayang. Jika Anda ingin pengetahuan, sebarkanlah pengetahuan. Jika Anda ingin uang, maka berikanlah uang. Ya, ini sesuai dengan prinsip memberi dan menerima di atas, apa yang mengalir keluar dari Anda, adalah apa yang akan mengalir kembali kepada Anda. Alam semesta mengikuti hukum ini. Bahkan yang mengalir kembali kepada Anda, selalu lebih besar dari yang mengalir keluar dari Anda, karena semesta jauh lebih besar dari Anda!

Jadi jika Anda ingin banyak uang, berikan uang. Ada yang bertanya, lalu bagaimana jika uang Anda belum banyak? Wah, kalau begitu Anda perlu memberi lebih banyak lagi :)

Seandainya giving belum menjadi habit, sebetulnya ada beberapa tips yg bisa Anda terapkan. Jika dilaksanakan secara rutin, akan memperkuat syaraf giving Anda:


1. Hadiah.
Kemanapun Anda pergi untuk bertemu dengan seseorang, usahakan membawakan suatu hadiah, apapun bentuk hadiah tadi. Hal ini sebenarnya sudah diajarkan oleh orang tua kita jaman dahulu, namun sering kita lupakan. Perhatikan saja, orang tua kita dahulu setiap berkunjung ke rumah teman atau saudara selalu membawa oleh-oleh. Anda juga bisa memulai kebiasaan ini. Mungkin sekedar membawa sebungkus coklat, bunga atau doa. Ya, kalaupun terpaksa tangan Anda kosong, berikan doa ketika Anda bertemu dengan seseorang.

2. Bersyukur.
Syukuri setiap pemberian yang Anda terima hari ini. Lho, bagaimana jika hari ini saya tidak menerima pemberian apa-apa? Salah, Anda pasti menerima sesuatu dari alam semesta. Mulai dari udara pagi yang cerah, sinar matahari yang hangat, sapaan tetangga yang ramah, bahkan teguran dari orang tidak dikenal, bertemu teman lama yang Anda rindukan, dan masih banyak lagi. Ya tentu lebih konkret lagi apabila tiba-tiba hari ini ada yang memberikan handphone atau iPod baru kepada Anda. Jelas Anda harus syukuri apa yang Anda terima.

3. Cinta.
Berkomitmenlah untuk selalu berbagi apa yang Anda sebetulnya bisa berikan setiap saat: Cinta. Mungkin Anda langsung tertawa. Ah, kalau cuma cinta saya sudah berikan setiap saat untuk keluarga saya. Mungkin Anda benar. Yang harus Anda ingat adalah seperti kata Stephen Covey, Cinta adalah kata kerja, bukan kata benda. Artinya, harus di praktek-kan. Ya, kalau Anda sudah memiliki cinta untuk orang-orang terdekat Anda, praktek-kan. Berapa kali Anda dalam sehari memeluk dan mengusap kepala anak Anda? Berapa kali Anda dalam sehari mengucapkan bahwa Anda sayang suami/istri Anda?

4. Tawa.
Ini bukan hal sepele. Tertawa adalah ekspresi kebahagiaan. Bantulah orang-orang di sekitar Anda mengekspresikan rasa bahagia melalui tertawa. Berapa kali dalam sehari Anda tertawa? Tahukan Anda bahwa seorang anak tertawa rata2 150 kali dalam sehari, dan orang dewasa hanya 15 kali dalam sehari. Bergembiralah, bagikan tawa di rumah Anda, jika tidak nanti anak Anda lebih menyukai Mas Tukul daripada Anda.

5. Pengetahuan.
Anda pasti tahu sesuatu lebih baik dari seseorang. Mungkin Anda jago mengurus ikan Arwana, bagikan. Anda pintar dalam mengurus tanaman Aglonema? Bagikan. Anda pintar memasak, tulis resep dan bagikan. Bagikan pengetahuan Anda, karena pengetahuan adalah gift dari Yang Maha Kuasa.


Collect from my friend yong

AHLI WARIS YANG SEBENARNYA

30 tahun yang lalu, suatu malam di Washington DC, Amerika Serikat, seorang istri pedagang telah kehilangan dompetnya disebuah rumah sakit karena kurang berhati-hati.
Pedagang tersebut sangat gelisah, dan segera kembali ke rumah sakit malam itu juga, untuk mencari dompetnya yang hilang.

Di dalam dompetnya bukan hanya terdapat USD 100.000 saja, tetapi masih ada lagi sebuah dokumen yang sangat rahasia tentang informasi pasar.
Ketika pedagang itu tiba di rumah sakit itu, sekilas pandang ia langsung melihat, di lorong rumah sakit yang dingin dan sepi itu ada seorang gadis kecil berbadan kurus sedang meringkuk kedinginan sambil menyandarkan diri di tembok, ia sedang memeluk erat dompet di dadanya, dompet itu adalah dompet istri si pedagang yang hilang itu.

Gadis kecil itu bernama Sheila, ia sedang menemani ibunya yang sakit keras dan berobat di rumah sakit ini.
Kedua ibu dan anak saling bergantung hidup dalam kemiskinan, segala benda yang masih ada harganya telah mereka jual, dan uang tersebut hanya dapat mencukupi biaya pengobatan untuk satu malam saja. Jika tidak ada uang, besok pagi mereka harus rela diusir keluar dari rumah sakit.

Malam itu, Sheila dalam keadaan tak berdaya sedang mondar mandir di lorong rumah sakit, ia berpikir untuk memohon perlindungan dari Tuhan agar dapat menjumpai seseorang baik hati yang dapat menolong ibunya.

Mendadak ada seorang wanita turun dari tangga ketika ia sedang melewati lorong itu, dompet yang diapit ketiaknya jatuh di lantai, mungkin lengannya masih mengapit barang lainnya, sehingga wanita itu sama sekali tidak merasakan dompetnya telah jatuh.
Saat itu hanya ada Sheila seorang diri di lorong itu. Ia lalu berjalan memungut dompet itu, dan bergegas mengejar keluar pintu. Tapi wanita itu telah masuk ke dalam sebuah mobil dan pergi begitu saja.

Sheila kembali ke kamar pasien, ketika ia membuka dompet itu, kedua ibu dan anak sangat terkejut oleh tumpukan uang yang ada di dalam dompet.
Pada saat itu, di dalam hati mereka berkecamuk, jika uang tersebut digunakan mungkin penyakit ibunya bisa disembuhkan. Akan tetapi ibunya menyuruh Sheila mengembalikan dompet itu ke lorong tersebut, menunggu orang yang kehilangan dompet itu kembali untuk mengambilnya.

Meskipun si pedagang itu telah berusaha sekuat tenaganya, namun ibu Sheila akhirnya harus meninggalkan anaknya sebatang kara.
Akhirnya si pedagang itu mengadopsi anak gadis yang sebatang kara ini.
Kedua ibu dan anak ini bukan saja telah menyelamatkan kerugian uang sebesar USD 100.000 miliknya, namun yang terpenting adalah dokumen rahasia tentang informasi pasar yang seharusnya telah hilang tetapi bisa diperolehnya kembali, yang pada akhirnya berhasil menghantarkan si pedagang itu menjadi semakin kaya, dan tak lama kemudian menjadi seorang konglomerat.

Sheila yang telah diadopsi oleh pedagang tersebut, usai lulus universitas, ia segera membantu konglomerat tersebut dalam urusan perusahaannya.
Walaupun konglomerat tersebut tidak pernah mengangkat dia dengan jabatan yang pasti dalam perusahaan itu, tapi selama bertahun-tahun melatih diri, kecerdasan dan pengalaman dari si konglomerat tanpa disadari telah mempengaruhinya, membuatnya menjadi seorang yang mapan dan memenuhi syarat sebagai pedagang.

Hingga hari tua si konglomerat tersebut, banyak sekali pemikirannya yang terlebih dahulu harus mendapat persetujuan dari Sheila.
Sampai pada ajal si konglomerat tersebut, telah me-ninggalkan sepucuk surat wasiat yang berbunyi : “Sebelum saya mengenal Sheila dan ibunya, saya sudah sangat kaya. Akan tetapi ketika saya berdiri di depan ibu dan anak yang miskin dan sakit, yang telah menemukan uang dalam jumlah besar namun tidak dikantonginya sendiri, saya baru menyadari bahwa merekalah orang yang paling kaya, karena mereka dengan teguh menjaga norma kehidupan yang tertinggi, dan hal ini kebetulan merupakan kekurangan pada diri saya sebagai seorang pedagang. Kekayaan saya boleh dikatakan hampir semuanya saya dapatkan dari tipu muslihat dan persaingan secara tidak sehat baik itu dengan terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.

Merekalah yang telah membuat saya sadar akan modal yang paling besar dalam kehidupan ini, yakni tingkah laku yang baik. Saya mengadopsi Sheila, bukan karena saya ingin balas budi, juga bukan karena kasihan, akan tetapi saya telah mengundang dia untuk memberikan saya contoh bagaimana menjadi manusia yang sesungguhnya.

Selama ada dia di samping saya, di dalam dunia bisnis, saya akan selalu mengingat, mana yang layak saya lakukan, dan mana yang tidak seharusnya saya lakukan. Hal ini adalah faktor penyebab utama yang telah membawa bisnis saya mencapai kejayaan di kemudian hari, dan saya akhirnya menjadi konglomerat.
Setelah saya mati, seluruh aset kekayaan saya yang mencapai triliunan ini semuanya saya wariskan kepada Sheila sebagai pewaris tunggal.
Ini bukan pemberian hadiah, akan tetapi adalah agar perusahaan saya ini dapat berkembang lebih besar dan jaya di masa yang akan datang.
Saya sangat yakin, putra saya yang cerdas pasti akan dapat memahami pemikiran ayahnya ini.”

Ketika putra si konglomerat yang berada di luar negeri kembali, setelah membaca surat wasiat ayahnya dengan seksama, dengan tanpa keraguan sedikit pun ia segera menanda tangani surat persetujuan ahli waris : “Saya menyetujui Sheila sebagai pewaris tunggal dari seluruh kekayaan dari ayahku. Saya hanya memohon agar Sheila bersedia menjadi istri saya.”

Setelah Sheila melihat tanda tangan dari putra si konglomerat, ia tercenung sejenak, lalu mengambil pena juga dan menanda tangani: “Saya terima semua harta yang ditinggalkan oleh pendahulu saya --- termasuk putranya.”

Ada sebagian teman walaupun tidak saling berhubungan langsung, tapi sering mengirimkan email pada kita, yang berisi sedikit lelucon, atau kata-kata yang menghangatkan hati, atau pun sebuah permainan kecil.
Ini merupakan suatu cara untuk mengungkapkan bahwa teman kita tersebut selalu menaruh perhatian pada kita, ia masih menyimpan kita di dalam hatinya… Semacam keberadaan yang spesial. Maka dari itu harus selalu berniat baik di dalam hati.

Derap kaki melangkah dengan segala kebaikan. Melakukan hal-hal baik, menghargai adanya takdir pertemuan, menanam berkah… dan berharap semua teman-teman yang membaca artikel ini mendapat keselamatan, kesehatan dan kebahagiaan… Disini saya bermaksud berbagi kebahagiaan ini dengan anda semua.

Collect from my friend henry chang

Minggu, 04 Oktober 2009

BERANI HIDUP DIUJUNG TEBING

Seberapa bernilaikah kehidupan beriman?
Jika anda pernah mengalaminya, hidup anda tidak akan biasa biasa lagi.
Menghidupi kehidupan beriman itu seperti berjalan diatas bentangan tali baja. Itu memberikan gairah yang luar biasa.
Pada tahun 1800an seorang akrobator bernama BLODIN (jean Francois Gravlet) menjadi terkenal karena bolak balik menyeberangi air terjun Niagara diatas seutas tali baja, terkadang bahkan tanpa jala pengaman sama sekali.
Suatu hari orang banyak berkumpul dikedua tepi air terjun untuk menyaksikan atraksinya yang paling berbahaya. Dia akan menyeberangi air terjun Niagara sambil membawa kereta dorong berisikan sekarung semen yang berat diatas bentangan tali baja.....
Dengan beban tambahan sedemikian itu, kesalahan kecil dapat mengakibatkan dia terpelanting dari atas bentangan tali, meluncur kebawah hempasan deras air terjun 1600 kali dibawahnya.
Ribuan orang menyaksikan dengan menahan nafas, sementara dia melangkah pelan sambil mendorong kereta.
Selangkah demi selangkah diatas desauan riuh air terjun dibawahnya.
Begitu dia sampai diseberang semua orang bernafas lega dan bersorak kagum. Sungguh prestasi yang luar biasa.
Begitu sampai ditepi, Blodin menantang wartawan didekatnya :"Apakah anda percaya saya bisa melakukan apa saja diatasbentangan tali baja ini?"
"Oh, tentu Pak Blodin" jawab si wartawan "Setelah menyaksikan yang terjadi hari ini saya percaya, anda dapat melakukan apa saja"
"Apakah kau percaya" lanjut Blodin " bahwa saya juga sanggup membawa seseorang menggantikan sekarung semen tadi diatas kereta dorong ini dengan selamat sampai diseberang tanpa jala pengaman - siapa saja yang belum pernah berjalan diatas tali sebelumnya?".
"Oh tentu saja Pak Blodin" Jawab wartawan tadi "saya percaya".
"Baik" kata Blodin "Naiklah".
Wartawan tadi mendadak pucat dan segera menyelinap diantara orang banyak.
"ADA PERBEDAAN ANTARA MEMPERCAYAI SESUATU DAN MENARUH KEPERCAYAAN PADA DIRI SESEORANG"
Bagamanapun juga, hari itu ada 1 orang yang menaruh kepercayaan pada diri Blodin. Sukarelawan yang pemberani itu setuju untuk duduk dalam kereta dan ikut menyeberangi bentangan air terjun bersama maestro akrobat tersebut.
Ketika Blodin mengeluarkan karung semen dan mempersilahkan penumpangnya duduk diatas kereta dorong, penonton dikedua tepi air terjunpun bertaruh....
Dan bersamaan dengan sorakan banyak orang, Blodin memulai perjalanan kembali keseberang, kali ini dengan membawa penumpang yang gugup diatas kereta dorong didepannya.
Sepertinya perjalannan itu berjalan mulus bagi si penantang maut. Sampai mereka tiba ditengah bentangan 1600 kali tali baja....
Seseorang yang bertaruh paling besar dari antara penonton diam diam menyelinap dan mencoba mengerat bentangan tali baja tersebut.
Tiba tiba saja keseimbangan bentangan tali baja bergoncang menyebabkan tali berayun dan membahayakan Blodin dan penumpang kereta dorongnya.
Blodin berjuang mengembalikan keseimbangannya, dia tahu mereka bisa jatuh dan mati kapan saja.....
Jikalau pelk kereta melenceng keluar dari rel tali baja, maka mereka berduapun akan terlempar ke air terjun dibawahnya.
Blodin berbicara, memotong ketegangan penumpang yang ketakutan diatas kereta dorongnya. "Berdiri!" dia membuat perintah.
"Berdiri dan peluk baku saya!" Orang itu duduk kaku terpaku.
"Lepaskan dan berdiri!" ... "Lepaskan kereta ini" ... "Cepat lakukan atau mati" perintah Blodin. Orang itupun akhirnya berdiri perlahan dan keluar dari kerta yang sudah melenceng. "Tanganmu lingkarkan di leher saya! sekarang kakimu.... kepinggan saya!" kata Blodin.
Orang itu sekali lagi ngikuti perintah Blodin, melekat erat ketubuh Blodin dan kereta dorongpun dibiarkan jatuh kebawah....
Blodin memanfaatkan seluruh pengalaman dan otot ototnya yang terlatih untuk bertahan diatas tali yang berayun sampai mencapai titik keseimbangannya semula.....
Dan selangkah demi selangkah, Blodin pun berhasil menyelesaikan perjalanannya keseberang dengan selamat, menggendong sukarelawan yang bak anak kecil melekat dipunggungnya........
Itulah yang dimaksud dengan menghidupi kehidupan beriman....
Anda harus memiliki keyakinan penuh pada PRIBADI yang menggendong anda menyeberangi bentangan kehidupan.
Sangat mudah untuk berkata bahwa anda percaya kepada ALLAH, tapi apakah anda bersedia membiarkan DIA mengendong anda melewati bentangan tali, tinggi diatas desauan air yang deras???
Anda dapat mengalami hal itu, anda tahu itu.
Anda bisa mengalami gairah hidup mempercayai ALLAH dan melihat DIA memenuhi segala kebutuhan anda.
Collect from tommy window

Selasa, 29 September 2009

SEMANGKOK NASI PUTIH

Ada seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu di restoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk ke dalam restoran tersebut.
"Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih."Demikian kata pemuda ini kepada pemilik rumah makan sambil menundukkan kepala.
Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.
Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar berkata dengan pelan :"dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya."
Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum :"Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar !"
Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir : "kuah sayur gratis." Lalu dia memesan semangkuk lagi nasi putih.
"Semangkuk tidak cukup anak muda? kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya." Dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada pemuda ini.
"Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan saya bawa ke sekolah sebagai makan siang saya !"
Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin diluar kota , demi menuntut ilmu datang kekota, mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti.
Berpikir sampai disitu pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkus nasi tersebut sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada pemuda ini.
Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan di bawah nasi ?
Suaminya kemudian membisik kepadanya :"Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk dinasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak akan datang lagi, jika dia ketempat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah."
"Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya."
"Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku ?" Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain.
"Terima kasih, saya sudah selesai makan." Pemuda ini pamit kepada mereka.
Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka.
"Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat !" katanya sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi. Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah kerumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari.
Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi.
Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur, tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka yang disekolahkan di luar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik.
Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid.
"Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana, keuntungannya akan dibagi 2 dengan perusahaan."
"Siapakah direktur diperusahaan kamu ?, mengapa begitu baik terhadap kami? saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia !" sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.
"Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami, direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu, yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya."
Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul, setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses untuk kerajaan bisnisnya.
Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang.
Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya.
Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka :"bersemangat ya ! di kemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok !"

Collect from browsing story

Senin, 28 September 2009

KEKUATAN UNTUK MENGAMPUNI

Seorang wanita berkulit hitam yang telah renta dengan pelahan bangkit berdiri disuatu ruang pengadilan di Afrika Selatan.
Umurnya kira-kira 70, di wajahnya tergores penderitaan yang dialaminya bertahun-tahun.
Di depan, di kursi terdakwa, duduk Mr.Van der Broek , ia telah dinyatakan bersalah telah membunuh anak laki-laki dan suami wanita itu.

Beberapa tahun yang lalu laki-laki itu datang ke rumah wanita itu. Ia mengambil anaknya, menembaknya dan membakar tubuhnya.
Beberapa tahun kemudian, ia kembali lagi. Ia mengambil suaminya. Dua tahun wanita itu tidak tahu apa yang terjadi dengan suaminya.
Kemudian, van der Broek kembali lagi dan mengajak wanita itu ke suatu tempat di tepi sungai. Ia melihat suaminya diikat dan disiksa. Mereka memaksa suaminya berdiri di tumpukan kayu kering dan menyiramnya dengan bensin. Kata-kata terakhir yang didengarnya ketika ia disiram bensin adalah, “Bapa, ampunilah mereka.”

Belum lama berselang, Mr. Van den Broek ditangkap dan diadili. Ia dinyatakan bersalah, dan sekarang adalah saatnya untuk menentukan hukumannya.
Ketika wanita itu berdiri, hakim bertanya, “Jadi, apa yang Anda inginkan? Apa yang harus dilakukan pengadilan terhadap orang ini yang secara brutal telah menghabisi keluarga Anda?” Wanita itu menjawab, “Saya menginginkan tiga hal. Pertama, saya ingin dibawa ketempat suami saya dibunuh dan saya akan mengumpulkan debunya untuk menguburkannya secara terhormat.”
Setelah berhenti sejenak, ia melanjutkan, “Suami dan anak saya adalah satu-satunya keluarga saya. Oleh karena itu permintaan saya kedua adalah, saya ingin Mr. Van den Broek menjadi anak saya. Saya ingin dia datang dua kali sebulan ke ghetto (perumahan orang kulit hitam) dan melewatkan waktu sehari bersama saya hingga saya dapat mencurahkan padanya kasih yang masih ada dalam diri saya.” “Dan, akhirnya,” ia berkata, “permintaan saya yang ketiga. Saya ingin Mr. Van denBroek tahu bahwa saya memberikan maaf bagi dia karena Yesus Kristus mati untuk mengampuni. Begitu juga dengan permintaan terakhir suami saya. Oleh karena itu, bolehkah saya meminta seseorang membantu saya ke depan hingga saya dapat membawa Mr. Van den Broek ke dalam pelukan saya dan menunjukkan padanya bahwa dia benar-benar telah saya maafkan.” Ketika petugas pengadilan membawa wanita tua itu ke depan, Mr. Van den Broek sangat terharu dengan apa yang didengarnya hingga pingsan.
Kemudian, mereka yang berada di gedung pengadilan – teman, keluarga, dan tetangga – korban penindasan dan ketidak adilan serupa – berdiri dan bernyanyi "Amazing grace, how sweet the soundthat saved a wretch like me. I once was lost, but now I'm found. 'Twas blind, butnow I see. (Anugerah yang ajaib, sungguh merdu suara yang telah menyelamatkan orang yang malang seperti saya. Saya pernah hilang, tetapi sekarang saya ditemukan. Saya pernah buta, tetapi sekarang saya melihat).“

Collect from my friend

Selasa, 11 Agustus 2009

MENARI DI TENGAH HUJAN

Pagi itu klinik sangat sibuk.
Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya. Aku menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.
Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Aku merasa kasihan, Jadi ketika sedang luang aku sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, aku putuskan untuk melakukannya sendiri..
Sambil menangani lukanya, aku bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru.
Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untuk makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari.
Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer.
Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat.
Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir.
Aku sangat terkejut dan berkata, “Dan Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi?”
Dia tersenyum ketika tangannya menepuk tanganku sambil berkata, “Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia, ‘kan?”
Aku terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tanganku masih tetap merinding,
“CINTA KASIH SEPERTI ITULAH YANG AKU MAU DALAM HIDUPKU.”
Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis.
Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.
Bagiku pengalaman ini menyampaikan satu pesan penting: Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, mereka hanya berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki.
“Hidup bukanlah perjuangan menghadapi badai, tapi bagaimana tetap MENARI DI TENGAH HUJAN.”
Collect from my friend Siane S.

Senin, 03 Agustus 2009

BERSYUKURLAH SELAGI KAMU MAMPU

Sering kita bertanya pada diri kita sendiri:

Kenapa kita harus mengalami kesulitan sementara orang lain bisa senang
Kenapa kita harus bekerja keras sampai harus lembur sementara orang lain sudah pulang ke rumah
Kenapa kita selalu menjadi karyawan sementara orang lain bisa jadi usahawan sukses
Kenapa kita harus berhujan-hujan naik angkutan umum sementara orang lain merasa nyaman di kendaraan pribadinya

Tapi pernahkah kita bertanya:

Adakah orang lain yang lebih susah daripada kita malah tidak pernah tahu apa yg namanya senang
Adakah orang lain yang tidak punya pekerjaan sampai sekali sampai rela bekerja apapun
Adakah orang yang bahkan untuk naik angkutan umum saja tidak mampu bayar

Kenapa kita selalu melihat ke atas, dan tidak pernah melihat ke bawah?

Kenapa saat kita susah kita menyalahkan Tuhan, tetapi kepada saat senang kita lupa pada Tuhan?

Kenapa kita selalu komplain, tapi tidak pernah bersyukur?

Jawabannya tidak ada di buku mana pun, tidak ada di siapa pun, tapi di hati kita sendiri…

bersyukurlah selagi kau mampu untuk bersyukur....

sebelum segalanya terlambat dan diambil darimu.

Collect from andiestuff

Sabtu, 25 Juli 2009

SIPUT DAN LALAT

Suatu hari, Langit begitu Indah & Cerah, Awal dari Musim Semi yang membahagiakan..
Di bawah Pohon CERI,Tampak seekor Siput Kecil merayap ke atas perlahan..

Sementara itu, beberapa saat kemudian, muncul seekor Lalat yang terbang kesana kemari dengan ceria sambil memperhatikan si Siput..
Melihat si Siput merayap perlahan, Sang Lalat berkata :"Hai, Siput, kamu hendak kemana?" Dengan tenang, sambil terus merayap, Si Siput kecil menjawab :"Mau makan Buah CERI"
"Ha ha ha, Siput Bodoh.. Mana ada Buah CERI? Aku dari atas sana, Buah CERInya nggak ada"
Lalat menertawakan perilaku si Siput Kecil..
Kata si Siput Kecil :"Aku nggak peduli, Saat aku tiba di atas, Pohon CERInya pasti sudah berbuah"

Terkadang bentuk nyata Tujuan Hidup tidak tampak Jelas..
Namun, mereka yang SUKSES adalah mereka yang Bisa menembus waktu, Melihat ke depan & tetap Teguh, Gigih Bergerak untuk mencapai Impiannya..
Orang lain mungkin tidak melihatnya, Bahkan mungkin mencemooh, karena mereka tidak mengerti..
Orang lain akan berusaha menjatuhkan semangat Anda..
Namun pada saat Anda mencapai impian Anda, Pada saat Anda memperoleh Buah CERI yang Anda inginkan, barulah mereka mengerti bahwa Impian Anda bukanlah Khayalan semata..
Karena itu, Jangan biarkan orang lain merebut atau merubah mimpi Anda sebelum terwujud..

Beranilah Bermimpi & Tetaplah TEGUH Bergerak untuk meraih mimpi tersebut..
(PELAMPUNG HATI - Anthony Dio Martin)

Collect from kisah kisah inspiratif FB

Jumat, 24 Juli 2009

Rahasia Allah

Di salah satu gereja di Eropa Utara, ada sebuah patung Yesus Kristus yang disalib, ukurannya tidak jauh berbeda dengan manusia pada umumnya.
Karena segala permohonan pasti bisa dikabulkan-Nya, maka orang berbondong-bondong datang secara khusus kesana untuk berdoa, berlutut dan menyembah, hampir dapat dikatakan halaman gereja penuh sesak seperti pasar.
Di dalam gereja itu ada seorang penjaga pintu, melihat Yesus yang setiap hari berada di atas kayu salib, harus menghadapi begitu banyak permintaan orang, ia pun merasa iba dan di dalam hati ia berharap bisa ikut memikul beban penderitaan Yesus Kristus.
Pada suatu hari, sang penjaga pintu pun berdoa menyatakan harapannya itu kepada Yesus.
Di luar dugaan, ia mendengar sebuah suara yang mengatakan, "Baiklah! Aku akan turun menggantikan kamu sebagai penjaga pintu, dan kamu yang naik di atas salib itu, namun apapun yang kau dengar, janganlah mengucapkan sepatah kata pun."
Si penjaga pintu merasa permintaan itu sangat mudah.
Lalu, Yesus turun, dan penjaga itu naik ke atas, menjulurkan sepasang lengannya seperti Yesus yang dipaku diatas kayu salib.
Karena itu orang-orang yang datang bersujud, tidak menaruh curiga sedikit pun.
Si penjaga pintu itu berperan sesuai perjanjian sebelumnya, yaitu diam saja tidak boleh berbicara sambil mendengarkan isi hati orang-orang yang datang.
Orang yang datang tiada habisnya, permintaan mereka pun ada yang rasional dan ada juga yang tidak rasional, banyak sekali permintaan yang aneh-aneh.
Namun, demikian, si penjaga pintu itu tetap bertahan untuk tidak bicara, karena harus menepati janji sebelumnya.
Pada suatu hari datanglah seorang saudagar kaya, setelah saudagar itu selesai berdoa, ternyata kantung uangnya tertinggal.
Ia melihatnya dan ingin sekali memanggil saudagar itu kembali, namun terpaksa menahan diri untuk tidak berbicara.
Selanjutnya datanglah seorang miskin yang sudah 3 hari tidak makan, ia berdoa kepada Yesus agar dapat menolongnya melewati kesulitan hidup ini. Ketika hendak pulang ia menemukan kantung uang yang ditinggalkan oleh saudagar tadi, dan begitu dibuka, ternyata isinya uang dalam jumlah besar. Orang miskin itu pun kegirangan bukan main, "Yesus benar-benar baik, semua permintaanku dikabulkan!" dengan amat bersyukur ia lalu pergi.
Diatas kayu salib, "Yesus" ingin sekali memberitahunya, bahwa itu bukan miliknya, namun karena sudah ada perjanjian, maka ia tetap menahan diri untuk tidak berbicara.
Berikutnya, datanglah seorang pemuda yang akan berlayar ke tempat yang jauh. Ia datang memohon agar Yesus memberkati keselamatannya.
Saat hendak meninggalkan gereja, saudagar kaya itu menerjang masuk dan langsung mencengkram kerah baju si pemuda, dan memaksa si pemuda itu mengembalikan uangnya.
Si pemuda itu tidak mengerti keadaan yang sebenarnya, lalu keduanya saling bertengkar.
Di saat demikian, tiba-tiba dari atas kayu salib "Yesus" akhirnya angkat bicara.
Setelah semua masalahnya jelas, saudagar kaya itu pun kemudian pergi mencari orang miskin itu, dan si pemuda yang akan berlayar pun bereggas pergi, karena khawatir akan ketinggalan kapal.
Yesus yang asli kemudian muncul, menunjuk ke arah kayu salib itu sambil berkata, "TURUNLAH KAMU! Kamu tidak layak berada disana."
Penjaga itu berkata, "Aku telah mengatakan yang sebenarnya, dan menjernihkan persoalan serta memberikan keadilan, apakah salahku?"
"Kamu itu tahu apa?", kata Yesus. "Saudagar kaya itu sama sekali tidak kekurangan uang, uang di dalam kantung bermaksud untuk dihambur-hamburkannya. Namun bagi orang miskin, uang itu dapat memecahkan masalah dalam kehidupannya sekeluarga. Yang paling kasihan adalah pemuda itu. Jika saudagar itu terus bertengkar dengan si pemuda sampai ia ketinggalan kapal, maka si pemuda itu mungkin tidak akan kehilangan nyawanya. Tapi sekarang kapal yang ditumpanginya sedang tenggelam di tengah laut."
Ini kedengarannya seperti sebuah anekdot yang menggelikan, namun dibalik itu terkandung sebuah rahasia kehidupan...
Kita seringkali menganggap apa yang kita lakukan adalah yang paling baik, namun kenyataannya kadang justru bertentangan.
Itu terjadi karena kita tidak mengetahui hubungan sebab-akibat dalam kehidupan ini.
Kita harus percaya bahwa semua yang kita alami saat ini, baik itu keberuntungan maupun kemalangan,semuanya merupakan hasil pengaturan yang terbaik dari Tuhan buat kita, dengan begitu kita baru bisa bersyukur dalam keberuntungan dan kemalangan dan tetap bersuka cita.
Sebab kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan buat kita. (Roma 8:28)
Collect from kisah kisah ispirasi Facebook

Selasa, 21 Juli 2009

MATEMATIKA TUHAN

Pada suatu kelas seorang guru berkata pada murid muridnya bahwa ALLAH juga mengajarkan pada kita tentang pelajaran matematika.
Tentu saja para murid dalam kelas tersebut bingung dan bertanya tanya satu dengan yang lain.

Lalu guru tersebut melanjutkan bertanya kepada para murid :"Apa hukum dasar matematika yang kita tahu?"
Dengan yakin seorang murid menjawab :" Tambah(+) , Kurang(-) , Kali (x) dan Bagi (:)".
lalu guru menjawab :" Betul sekali nak, sekarang tahukah kamu bahwa hukum dasar itu jugalah yang ada dalam matematika ALLAH ?".
Semua murid saling berpandangan dengan bingung, maka sang guru melanjutkan. Katanya:
TAMBAH artinya ALLAH meminta kita untuk terus meNAMBAHkan iman kita kepadaNYA.
KURANG artinya ALLAH meminta kita untuk meNGURANGkan ke aku-an kita.
KALI artinya ALLAH meminta kita untuk selalu mampu memaafkan dan mengampuni berKALI-KALI banyaknya seperti yang telah difirmankannya.
BAGI artinya ALLAh meminta kita untuk selalu memBAGIkan berkat yang kita terima.
Maka dengan melaksanakan rumus dasar matematika ALLAH niscaya hidup kita akan lebih dekat kepadaNYA.

Collect from rekoleksi lingkungan

Minggu, 19 Juli 2009

Ketika Allah Berkata "TIDAK"

Ya Allah ambillah kesombonganku dariku.
Allah berkata "TIDAK, bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya".

Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakMu yang cacat.
Allah berkata "TIDAK, jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara".

Ya Allah berikan aku kesabaran.
Allah berkata "TIDAK, kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan, tidak diberikan, kau yang harus meraihnya sendiri".

Ya Allah jauhkan aku dari kesusahan.
Allah berkata "TIDAK, penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu padaKu".

Ya Allah beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.
Allah berkata "TIDAK, aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal".

Ya Allah bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.
Allah berkata "Ahhhh, akhirnya kau mengerti!"

Kadangkala kita berpikir bahwa Allah itu tidak adil, kita telah bersusah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha pagi- siang- malam, tapi tak ada hasilnya.

Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan bahkan ratusan surat lamaran telah kita kirimkan namun tak ada jawaban sama sekali, sedangkan orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan.

Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya tanpa susah payah.

Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakan dan kegagalan, sedangkan orang lain dengan mudah berganti pasangan.

Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhan terus meningkat.

Dari semua itu, Allah tahu apa yang paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, karena allah tahu yang terbaik yang kita tidak tahu. "KARENA SEMUA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA"

Collect from newsletter HKY

Kamis, 11 Juni 2009

BAKAT MENJUAL

Seorang pria dari pedalaman melamar pekerjaan di suatu pusat perbelanjaan yang besar. Pusat perbelanjaan yang terbesar dan terlengkap di dunia. Disana dijual segala macam barang.

Pemilik perusahaan bertanya: "bagaimana.. ?? apakah anda mempunyai pengetahuan dan pengalaman sebagai seorang salesman..??

Jawabannya : "Ya, di pedalaman saya bekerja sebagai seorang tenaga di bagian penjualan"

Si pemilik perusahaan memang melihat suatu kelebihan pada diri pria tersebut, dan mengatakan padanya untuk mulai bekerja pada keesokan harinya. Seraya berkata : " Saya akan mampir kesini besok sebelum jam tutup kantor".

Keesokan harinya adalah hari yang sangat sibuk bagi si pegawai baru, hingga pada akhirnya, jam 6 sore datanglah si pemilik perusahaan dan bertanya :"berapa penjualan yang kau lakukan hari ini?"

"Satu", jawabnya.

"Hanya satu saja ?? Penjual yang lain biasanya melakukan 20 hingga 30 penjualan setiap harinya", kata si pemilik kecewa. "Dan berapa uang yang kamu hasilkan dari penjualan itu ??"

"Sekitar 300 ribu dollar ", kata si penjual.

"Bagaimana kau bisa memperoleh sebanyak itu ?", tanya si pemilik terheran-heran.

"Ya... orang itu datang dan pertama2 saya menjualinya sebuah kait pancing ukuran paling kecil, kemudian yang sedang dan lalu yang besar. Untuk itu saya juga menjualinya gagang pancing yang kecil, lalu yang ukuran sedang dan yang besar"

"lalu saya tanyakan padanya dimana dia akan memancing. Katanya dia akan pergi ke pantai selatan. Untuk itu anda tentu membutuhkan sebuah perahu. Kemudian saya ajak dia ke bagian penjualan perahu kapal, dan dia membeli sebuah perahu type 20 kaki dengan dua mesin. Dia juga mengatakan bahwa mobil VW kecilnya mungkin tidak kuat untuk menarik perahu sebesar itu, jadi saya bawa dia ke bagian penjualan mobil dan saya jual padanya Deluxe Cruiser 4WD."

"itu semua kamu jual pada seorang yang datang kesini hanya mencari kait pancing..??? " kata si pemilik bengong....

"Tidak juga... sebenarnya dia datang ke toko untuk membeli pembalut wanita untuk istrinya, dan saya katakan padanya, "kalau begitu lebih baik akhir minggu anda digunakan untuk memancing.

Collect from my friend Yuwono L Ftrn

PESAN SANG AYAH

Dahulu kala ada 2 orang kakak beradik, sebelum ayahnya meninggal belia menbagi warisan dan memberikan dua pesan :
Pertama, jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu.
Kedua, jika mereka pergi dari rumah ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.
Waktu berjalan terus.
Dan kenyataan yang terjadi, setelah beberapa tahun ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.
Ibunya yang masih hidup menanyakan hal itu kepada mereka.
Jawab anak yang bungsu :
"Inilah karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih. Juga ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong. Sebetulnya dengan jalan kaki saja cukup, tetapi karena pesan ayah demikian maka akibatnya pengeluaranku bertambah banyak."
Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, ibupun bertanya hal yang sama.
Jawab anak sulung:
"Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut. Juga ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama."
Bagaimana dengan anda?
Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat bila di tanggapi dengan presepsi yang berbeda?
jika kita melihat dengan positif attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses, tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita ... pilihan ada di tangan anda.
“Berusahalah melakukan hal biasa yang dikerjakan dengan cara yang luar biasa.”

Collect from my friend yuwono L Ftrn

BAHAGIA

Suatu Ketika John C Maxwell pernah diminta menjadi seorang pembicara disebuah seminar bersama istrinya. Ia dan istrinya, Margaret, diminta menjadi pembicara pada beberapa sesi secara terpisah.
Ketika Maxwell sedang menjadi pembicara, istrinya selalu duduk di barisan terdepan dan mendengarkan seminar suaminya. Sebaliknya, ketika Margaret sedang menjadi pembicara di salah satu sesi, suaminya selalu menemaninya dari bangku paling depan.
Suatu ketika sang istri, Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan. Seperti biasa, Maxwell duduk di bangku paling depan dan mendengarkan.
Dan di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan.
Yang namanya seminar itu selalu ada interaksi dua arah dari peserta seminar juga kan? Demikian juga pada seminar itu terdapat sesi tanya jawab, setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya.
Ketika diberikan kesempatan, ibu itu mengajukan pertanyaan : "Miss Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?"
Seluruh ruangan langsung terdiam. Satu pertanyaan yang bagus. Dan semua peserta penasaran menunggu jawaban Margaret.
Margaret tampak berpikir beberapa sesaat dan kemudian menjawab, "Tidak."
Seluruh ruangan langsung terkejut. "Tidak," katanya sekali lagi, "JohnMaxwell tidak bisa membuatku bahagia."
Seisi ruangan langsung menoleh kearah Maxwell. (Kebayang betapa malunya Maxwell saat itu.) Dan Maxwell rasanya juga menoleh-noleh mencari pintu keluar. Rasanya ingin cepat-cepat keluar. Malu !
Kemudian, lanjut Margaret, "John Maxwell adalah seorang suami yang sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, main serong. Ia setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia."
Tiba-tiba ada suara bertanya, "Mengapa?"
"Karena," jawabnya, "tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri."
Dengan kata lain, maksud dari Margaret adalah, tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia. Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu.
Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia.
Karena yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri.
Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri.
Kalau kamu sering merasa berkecukupan, tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya diri, kamu tidak akan merasa sedih.
Sesungguhnya pola pikir kita yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar.
Contohnya rasul Paulus. Ketika itu rasul Paulus sedang dihimpit oleh keadaan. Ia disiksa dan dipenjara, ditolak kanan kiri. Tapi coba lihat surat-suratnya. Apakah berisi keluh kesah? Justru sebaliknya! Sebagian besar surat-surat Paulus justru berisikan motivasi, berita gembira dan inspirasi. Rasul Paulus bahagia. Meskipun keadaan sekelilingnya mungkin merupakan alasan ia tidakbahagia, namun ia bahagia.
Bahagia atau tidaknya hidupmu bukan ditentukan oleh seberapa kaya dirimu, seberapa cantik istrimu, atau sesukses apa hidupmu.
Ini masalah pilihan: apakah kamu memilih untuk bahagia atau tidak ...

Collect from my friend Sianto

Kamis, 04 Juni 2009

5 Monyet

Dalam suatu penelitian oleh para profesor di USA , ada 2 ekor monyet yang dimasukkan ke dalam satu ruangan kosong secara bersama-sama.

Kita sebut saja Monyet A dan B. Dalam ruangan terdapat sebuah tiang, dan diatas tiang, nampak beberapa pisang yang sudah matang. Apa yang akan dilakukan oleh 2 monyet tersebut menurut anda? Setelah membiasakan diri dengan keadaan lingkungan di dalam ruangan tersebut, mereka mulai mencoba meraih pisang-pisang tersebut.
Monyet A yang mula-mula mencoba mendaki tiang. Begitu monyet A berada di tengah tiang, sang profesor menyemprotkan air kepadanya, sehingga terpleset dan jatuh. Monyet A mencoba lagi, dan disemprot, jatuh lagi, demikian berkali-kali sampai akhirnya monyet A menyerah.
Giliran berikut monyet B yang mencoba, mengalami kejadian serupa, dan akhirnya menyerah pula.

Berikutnya ke dalam ruangan dimasukkan monyet C.
Yang menarik adalah,para profesor tidak akan lagi menyemprot para monyet jika mereka naik.
Baru saja si monyet C menyentuh tiang, dia langsung ditarik oleh monyet A dan B. Mereka berusaha mencegah, agar monyet C tidak mengalami`kesialan’ seperti mereka. Karena dicegah terus dan diberi nasehat tentang bahayanya bila mencoba memanjat keatas, monyet C akhirnya takut juga dan tidak pernah memanjat lagi.

Selanjutnya, para profesor mengeluarkan monyet A dan B, serta memasukkan monyet D dan E.
Sama seperti monyet-monyet sebelumnya, monyet D dan E juga tertarik dengan pisang diatas tiang dan mencoba memanjatnya. Monyet C secara spontan langsung mencegah keduanya agar tidak naik.
“Hai, mengapa kami tidak boleh naik ?” protes keduanya.
” Ada teman-teman yang memberitahu saya, bahwa naik ke atas itu berbahaya. Saya juga tidak tahu, ada apa di atas,tapi lebih baik cari aman saja, jangan keatas deh” jelas monyet C.
Monyet D percaya dan tidak berani naik, tapi tidak demikian dengan monyet E yang memang bandel.
“Saya ingin tahu, bahaya seperti apa sih,..?” tegas monyet E.

Walaupun sudah dicegah oleh monyet Cdan D, monyet E nekad naik …….Dan karena memang sudah tidak disemprot lagi, monyet E bisa meraih pisang yang dinginkannya…..
Dari ilustrasi diatas, dapat dikatakan,..
Karakter A dan B adalah orang yang pernah melakukan sesuatu, dan gagal,..karena itu mereka kapok, tidak akan mengulanginya lagi, dan berusaha mengajarkan ke orang lain tentang kegagalan tersebut. Mereka tidak ingin orang lain juga gagal seperti mereka.
Karakter C dan D, adalah orang yang menerima petunjuk dari orang lain, hal-hal apa yang tidak boleh dilakukan, dan mereka mematuhinya tanpa berani mencobanya sendiri.
Karakter E adalah type orang yang tidak mudah percaya dengan sesuatu, sebelum mencobanya sendiri. Mereka juga berani menentang arus dan menanggung resiko asalkan bisa mencapai keinginan mereka.

Pisang dalam cerita diatas menggambarkan impian kita.
Setiap orang dalam hidup ini mempunyai impian yang tinggi tentang masa depannya. Namun sayangnya, banyak sekali hal-hal yang terjadi di sekitar kita, yang menyebabkan impian kita terkubur.
Orang-orang dengan karakter A,B,C,D akan mengatakan kepada kita hal-hal seperti ini, ”Sudahlah, jangan melakukan pekerjaan yang sia-sia seperti itu. Percuma. Saya dulu sudah pernah melakukannya berkali-kali dan gagal. Sebagai seorang teman yang baik, saya tidak mau kamu gagal seperti saya”
atau mungkin dengan kalimat ini “Kamu mau gagal kayak si X… lebih baik lakukan sesuatu yang pasti-pasti saja deh”.
Bukankah hal-hal seperti itu yang sering kita dengar sehari-hari?

Nah, ada satu ilustrasi lagi.
Apa yang akan kita lakukan, bila suatu hari..(misalnya) ada seorang mahasiswa bercelana jeans, kacamata tebal, bertampang culun, bajunya lusuh, datang menemui kita dan berkata “Saya punya suatu produk yang bagus, tapi saya tidak punya modal. Mau gak pinjamin saya modal 100 dollar? Kalau produk ini sukses, kita berdua bakal kaya lho”.
Hampir semua akan menghina dan mentertawakan mahasiswa tsb, bahkan mungkin menganggapnya ‘gila’…
Berapa orang yang akan menjawab..“Wow, bagus sekali, coba jelaskan apa rencana anda, agar kita bisa sama-sama kaya?”
Mungkin satu orang diantara sejuta,..atau bahkan mungkin juga tidak ada…..
Tahu kah Anda,..bahwa Mahasiswa tersebut (yang gak Sarjana) adalah Bill Gates,..yang kini sudah mencapai impiannya menjadi orang terkaya di dunia.....
Bukankah itu dulu yang dilakukan Bill Gates pada awal karirnya…..
dikelilingi orang type A,B,C,D,.....ditolak, .......dilecehkan, dan berbagai macam hinaan lainnya.
Untungnya, Bill Gates termasuk orang dengan karakter E. Dan dengan pengorbanan dan kerja keras, dia berhasil meraih impiannya.

Semoga cerita berikut dapat menjadi inspirasi kita hari ini untuk selalu berkarya, meraih impian dan sukses…..



Collect from my friend Lukman Ftrn

Rabu, 03 Juni 2009

Kisah Mrs. Thompson & Mr. Stoddard

Namanya Ny. Thompson. Ia adalah wali kelas 5 pada hari pertama tahun pengajaran, dia berbohong kepada murid-muridnya.
Seperti kebanyakan pengajar, ia memandang ke seluruh murid dan berkata bahwa ia memperhatikan seluruh murid dengan adil.
Tetapi hal itu tidak mungkin, karena di barisan depan ada seorang anak yang duduk dengan menggelesot. Namanya Teddy Stoddard.
Ny. Thompson sudah mengawasi Teddy setahun sebelumnya dan ia memperhatikan bahwa dia tidak bisa bermain dengan baik dengan anak-anak yang lain karena bajunya morat marit dan terlihat selalu perlu untuk dimandikan. Dan Teddy bisa jadi tidak suka.
Itu semua mendapat penilaian, di mana Ny.Thompson kenyataannya akan memberikan tanda khusus di laporan Teddy dengan tinta merah besar, membuat X tebal dan memberi tanda F besar di atas kertas laporan Teddy.
Di sekolah tempat Ny.Thompson mengajar, ia diminta untuk melihat ulang catatan murid-muridnya di tahun sebelumnya, dan ia membiarkan cacatan Teddy di giliran terakhir. Saat membaca catatan Teddy ia terkejut.
Guru kelas satu Teddy menulis,Teddy adalah anak yang cemerlang dan ceria. Ia mengerjakan perkerjaannya dengan rapi dan memiliki hal-hal yang baik. Ia membawa kegembiraan bagi sekitarnya.
Guru kelas duanya menulis, Teddy adalah murid yang sempurna, sangat disukai oleh seluruh temannya, tetapi ia terganggu karena ibunya sakit stroke dan untuk tinggal di rumah adalah suatu perjuangan bagi Teddy.
Guru kelas tiganya menulis, Ia mendengar kematian ibunya. Ia berusaha untuk melakukan yang terbaik, tetapi ayahnya tidak menunjukkan ketertarikannya dan kehidupan di rumah akan segera mempengaruhinya jika tidak ada langkah-langkah yang dilakukan.
Guru kelas empat Teddy menulis, Teddy menjadi mundur dan tidak tertarik ke sekolah. Ia tidak punya banyak teman dan terkadang tertidur di kelas.
Setelah itu, Ny. Thompson menyadari masalahnya dan dia malu terhadap dirinya sendiri.
Ia merasa tidak enak ketika murid-muridnya membawa hadiah Natal, dibungkus dengan pita-pita yang indah dan kertas yang menyala, kecuali pemberian Teddy.
Hadiah dari Teddy kumal bentuknya dan dibungkus dengan kertas coklat yang diambil dari tas belanja. Ny.Thompson dengan terharu membuka kado Tedy ditengah-tengah kado yang lain. Anak-anak mulai tertawa saat ia menemukan gelang batu dimana beberapa batunya hilang, dan sebuah botol yang berisi parfum setengahnya.cTetapi ia menyuruh murid-muridnya diam dan menyatakan bahwa gelang pemberian Teddy sangat indah, serta mengoleskan parfum di pergelangan tangannya.
Setelah sekolah usai, Teddy Stoddard tetap tinggal, menunggu cukup lama untuk mengatakan, Ny. Thompson, hari ini bau wangi anda seperti ibu saya.
Setelah murid-muridnya pergi, Ny.Thompson menangis hampir selama satu jam.
Hari berikutnya Ny.Thompson berhenti untuk mengajar membaca, menulis dan aritmatika. Sebagai gantinya ia mulai mengajar anak didiknya. Ny. Thompson memberi perhatian khusus kepada Teddy. Selama bekerja dengannya, pikiran Teddy mulai hidup. Semakin ia mendorong Teddy, semakin cepat Teddy memberikan tanggapan.
Di akhir tahun, Teddy menjadi anak terpandai di kelas, akan tetapi Ny. Thompson jadi berbohong dengan mengatakan bahwa ia akan memperhatikan murid-muridnya secara adil, karena Teddy telah menjadi murid kesayangannya.
Satu tahun berlalu, Ny. Thompson menemukan sebuah surat dibawah pintu, dari Teddy, yang mengatakan bahwa ia adalah guru terbaik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya.
Enam tahun berlalu sebelum ia menerima surat yang lain dari Teddy. Ia menulis sudah menamatkan SMU, ranking tiga di kelas, dan Ny.Thompson tetap guru terbaik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya.
Empat tahun berikutnya, ia menerima surat yang lain, mengatakan bahwa saat orang memikirkan banyak hal, ia tetap tinggal di sekolah dan mempertahankannya, dan segera lulus dari akademi dengan penghargaan tertinggi. Dia meyakinkan Ny. Thompson, bahwa dia tetap guru yang disukai dan paling baik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya.
Kemudian empat tahun berlalu dan surat yang lain datang lagi. Saat ini dia menjelaskan setelah menyelesaikan gelar sarjananya, dia memutuskan untuk melanjutkan sedikit lagi. Surat itu menjelaskan bahwa Ny. Thompson tetap guru yang disukai dan paling baik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya. Tetapi namanya telah sedikit lebih panjang surat ditandatangani oleh Theodore F. Stoddard, MD.
Kisahnya tidak berakhir disini.
Masih ada surat lagi pada musin semi itu. Teddy berkata bahwa ia bertemu dengan seorang gadis dan merencanakan untuk menikah. Ia mengatakan bahwa ayahnya telah meninggal beberapa tahun yang lalu dan dia berharap Ny. Thompson bersedia duduk di kursi yang biasanya disediakan untuk ibu pengantin. Tentu saja Ny. Thompson bersedia.
Dan coba tebak apa berikutnya? Ny. Thompson mengenakan gelang batu dimana beberapa batunya telah hilang. Dan ia memastikan memakai parfum yang diingat Teddy dipakai ibunya pada Natal sebelumnya bersama-sama.
Mereka berpelukan dan Dr. Stoddard berbisik di telinga Ny. Thompson, "Terima kasih Ny. Thompson, anda mempercayai saya. Terima kasih karena sudah membuat saya merasa begitu penting dan memperlihatkan bahwa saya dapat membuat perubahan.
Ny. Thompson dengan air mata berlinang, balik berbisik. Ia berkata, "Teddy, semua yang kamu katakan keliru. Kamu adalah orang yang telah mengajari bahwa aku dapat membuat perubahan. Aku sungguh-sungguh tidak tahu bagaimana caranya mengajar sampai bertemu denganmu."
Hangatkan hati seseorang hari ini .
Tolong ingatlah bahwa kemana pun kamu pergi, apa pun yang kamu lakukan, kamu akan punya kesempatan untuk menyentuh atau merubah diri seseorang.

Collect from my friend kamto frtn