Rabu, 20 Oktober 2010

3 (tiga) KELERENG

Pada masa masa susah disebuah kota kecil Idaho, saya suka mengunjungi toko kecil ditepi jalan milik Mr miller yang menyediakan produk segar hasil pertanian. Makanan dan uang cukup langka pada waktu itu... dan jual beli dilakukan dengan cara tukar menukar barang.


Suatu hari Mr Miller sedang mengepak kentang kentang yang saya beli ketika tidak sengaja saya melihat seorang anak yang kecil kurus kelaparan, compang camping tetapi bersih, nampak sedang memilih milih kacang polong segar yang baru dipetik dikeranjang. Saya membayar untuk kentang kentang saya sambil ikut tertarik pada kacang polong tersebut. Saya adalah penjual kentang dan krim kacang. Saat menimbang kacang polong, tanpa kusadari saya ikut mendengarkan pembicaraan mereka.


"Halo Barry, bagaimana kabarmu hari ini ?" tanya si pemilik toko.

"Halo Mr Miller. saya baik, terima kasih ya..... Saya cuma mengagumi kacang polong ini.... tampak segar dan bagus bagus".

"Itu memang bagus Barry. Bagaimana dengan ibu kamu ?"

"Oh... dia membaik, dan nampak semakin kuat".

"bagus. Apa ada yang bisa saya bantu ?".

"Tidak Sir, saya tidak ada uang untuk mambayar".

"Jika begitu apa kamu punya sesuatu sebagai penukar?"

"Saya hanya punya beberapa kelereng hadiah".

"Apakah itu benar ? coba kulihat "kata Mr Miller

"ini bagus".

"Aku bisa melihatnya. Hmm.... sayang warnanya biru sedang saya mencari warna merah. Apakah kamu memilikinya seperti ini di rumah ?"

"Tidak persis tapi hampir sama".

"begini saja. Ambil saja dulu kacang polong ini, dan lain kali kamu bawa kelereng kamu yang merah". Kata Mr miller kepada anak itu.

"Tentu. Terima kasih Mr. Miller".


Ny Miller, yang sedang berdiri tidak jauh, datang untuk membantu saya. Dengan tersenyum dia berkata,"Ada dua anak laki laki lain seperti dia dikomunitas kami, ketiganya sama sama sangat miskin. Jim suka tawar menawar dengan mereka untuk kacang polong, apel, tomat atau apapun. Jika mereka kembali dengan warna yang diminta, Jim akan berkata bahwa dia sudah tidak mencari warna tersebut dan akan menanyakan warna yang lainnya. Tetapi Jim akan memberikan apa saja yang mereka ingin tukarkan".


Saya meninggalkan toko sambil tersenyum sendiri, terkesan dengan orang ini. Beberapa waktu kemudian saya pindah ke Colorado, tapi saya tidak pernah lupa kisah tentang orang ini, anak anak, dan cara barter mereka.


Beberapa tahun berlalu dengan cepat. Baru baru ini saya memiliki kesempatan untuk mengunjungi beberapa teman lama di komunitas Idaho dan mendengar bahwa Mr. Miller meninggal dunia. Teman teman saya berencana untuk berkunjung sore itu dan saya sepakat untuk ikut.


Saat tiba di tempat jenasah disemayamkan, kita mememui keluarga almarhum untuk menyampaikan bela sungkawa dan kata kata penghiburan. Didepan kami, nampak tiga orang muda. Salah satunya mengenakan seragam tentara dan dua yang lainnya berpotongan rambut bagus, setelan gelap dan kemeja putih ..... semua tampak sangat profesional.

Mereka semua menghampiri Mrs Miller dan berdiri disampingnya sambil tersenyum kepada jenasah Mr Miller didalam peti mati. Setiap pemuda memeluknya, mencium pipi, bicara singkat dengannya dan pindah ke peti mati, dengan mata berkaca kaca, satu persatu, masing masing pemuda berhenti sebentar dan meletakkan tangan mereka diatas tangan yang pucat dingin di peti mati. Satu persatu meninggalkan tempat itu sambil menyeka mata.
Giliran kami datang menemui Mrs Miller. Saya bilang padanya siapa saya dan mengingatkannya pada kisah dari tahun tahun yang lalu dan ketika ia bercerita tentang suaminya yang suka berbarter untuk kelereng. Dengan mata berkaca kaca, dia meraih tanganku dan membawa saya ke peti mati. "Mereka tiga pemuda yang baru saja meninggalkan tempat ini adalah anak laki laki yang kuceritakan dulu. Mereka hanya mengatakan kepada saya bagaimana mereka menghargai hal hal yang Jim perdagangkan pada mereka. Sekarang, pada akhirnya, ketika Jim sudah tidak bisa lagi meminta warna atau ukuran kelereng..... mereka datang untuk membayar utang mereka".
"Kami tidak pernah memiliki banyak kekayaan di dunia ini,"ia mengaku," tapi sekarang, Jim akan menganggap dirinya orang terkaya di Idaho." Dengan lembut, dia mengangkat jari jari almarhum suaminya. Nampak disitu tiga buah kelereng warna merah yang bersinar indah.
"MORAL"
Orang mungkin tidak bisa mengingat semua perkataan kita, tetapi akan mengingat segala perbuatan baik kita.
Hidup ini tidak diukur oleh napas yang kita habiskan, tetapi oleh waktu yang kita habiskan untuk bernafas.
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk TUHAN dan bukan untuk manusia.
Collect from my friend Frtn



Minggu, 17 Oktober 2010

SEVEN (7) GOLDEN RULES OF LIFE

1st :
Jangan biarkan seseorang menjadi prioritas dalam hidupmu, ketika kamu hanya menjadi pilihan untuk hidupnya, hubungan berjalan dengan baik ketika itu semua seimbang.

2nd :
Jangan menjelaskan diri pribadi kita ke orang lain, karena orang yang menyukaimu tidak perlu itu dan orang yang tidak menyukaimu tidak akan mempercayainya.

3rd :
Ketika kamu berkata sibuk, maka kamu tidak akan bebas.
Ketika kamu berkata tidak punya waktu, maka kamu tidak akan punya waktu.
Ketika kamu berkata akan melakukan perbuatan itu besok, maka hari esok tidak akan datang (jangan menunda nunda pekerjaan).

4th :
Ketika kita bangun dipagi hari kita punya 2(dua) pilihan sederhana, kembali tidur dan bermimpi atau bangun dan mengejar mimpimu. pilihan sepenuhnya adalah milikmu !!!!

5th :
Kita membuat mereka (yang perduli kepada kita) menangis, kita menangis untuk seseorang yang tidak memperdulikan kita, dan kita peduli kepada seseorang yang tidak pernah menangis buat kita.
Itu kenyataan kehidupan, aneh tapi nyata. Sekali kamu menyadarinya, semuanya belum terlambat untuk berubah.

6th :
Jangan membuat janji ketika kamu senang, jangan membalas kata kata ketika kamu sedang sedih, jangan ambil keputusan ketika kamu marah. berpikirlah dua kali dan bertindaklah dua kali.

7th :
Waktu seperti sungai, kamu tidak bisa menyentuh air yang sama untuk kedua kalinya, karena air yang telah mengalir akan terus berlalu dan tidak akan pernah kembali.

collect from BB

Sebuah Doa

Suatu kali seorang anak sedang mengikuti sebuah lomba mobil balapan mainan.
Hari itu suasana sungguh meriah karena itu adalah babak final dan hanya 5 orang yang masih bertahan, termasuk Tommy.
Sebelum pertandingan dimulai, Tommy menundukkan kepala, melipat tangan dan berkomat kamit memanjatkan doa.

Pertandingan segera dimulai, dan ternyata.... mobil balap Tommy yang pertama mencapai garis FINISH. Tentu saja Tommy sangat girang sekali menjadi sang juara dalam lomba itu.

Saat pembagian hadiah, ketua panitia bertanya,"Hai jagoan... kamu pasti tadi berdoa kepada TUHAN agar kamu menang bukan?". dan Tommy menjawab,"Bukan pak, rasanya tidak adil meminta pada TUHAN untuk menolong mengalahkan orang lain. aku hanya minta pada TUHAN supaya aku tidak menangis kalau aku kalah".

semua hadirin terdiam mendengar jawaban itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan itu. Permohonan Tommy ini merupakan doa yang luar biasa.

Dia tidak meminta TUHAN mengabulkan semua harapannya, namun dia berdoa agar dia diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi dengan batin yang teguh.

Sering kali kita berdoa pada TUHAN untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Kita ingin TUHAN menjadikan kita nomor satu, menjadikan kita yang terbaik dalam setiap kesempatan. Kita meminta agar TUHAN menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada didepan mata.

Tidak salah memang, namun bukanlah semestinya yang kita butuhkan adalah bimbinganNYA danrencanaNYA yang paling sempurna dalam hidup kita???

Seharusnya kita berdoa meminta kekuatan untukbisa menerima kehendak TUHAN yang sempurna sebagai yang terbaik dalam hidup kita....

Collect from BB

Kamis, 14 Oktober 2010

APA YANG KAMU CARI

Pada jaman dahulu, ada seorang kaisar yang mengatakan kepada penunggang kudanya, apabila ia pergi mengendarai kudanya dan menjangkau wilayah sebanyak yang ia mampu, maka sang kaisar akan memberikan wilayah sebanyak yang ia mampu jangkau.
Tentu saja sang penunggang kuda dengan cepat melompat naik keatas kudanya dan secepat mungkin pergi untuk menjangkau wilayah sebanyak mungkin.
Dia terus memacu dan memacu, mencambuk kudanya untuk berlari secepat mungkin.
Ketika ia merasa lapar ataupun lelah, ia mengabaikannya dan terus memacu kudanya, dia tidak berhenti karena dia ingin menjangkau wilayah seluas dan sebanyak mungkin.
Pada akhirnya, ketika ia telah menjangkau wilayah yang cukup besar, ia kelelahan dan sekarat.
Sang penunggang kuda lalu bertanya kepada dirinya sendiri "Mengapa aku memaksa diriku begitu keras untuk menjangkau begitu banyak wilayah ? sekarang saya sekarat dan saya hanya memerlukan sebidang tanah yang sangat kecil untuk menguburkan diriku sendiri".
Kisah diatas sama dengan perjalanan hidup kita.
setiap hari kita memaksakan diri kita dengan keras untuk menghasilkan lebih banyak uang, kekuasaan atau ketenaran.
kita mengabaikan kesehatan kita, waktu kita untuk bersama keluarga, keindahan lingkungan sekitar dan hobby yang kita sukai.
Suatu hari, ketika kita melihat ke belakang kita akan menyadari bahwa kita sebenarnya tidak banyak membutuhkan uang, kekuasaan atau ketenaran sebanyak itu, namun kita sudah tidak bisa mengembalikan waktu waktu yang telah kita lewatkan.
Hidup ini jelas bukan tentang pekerjan, bekerja hanya diperlukan untuk membuat kita tetap bisa bertahan hidup sehingga kita bisa menikmati keindahan dan kebahagian dari kehidupan kita.
Hidup adalah sebuah keseimbangan antara bekerja dan bermain, keluarga dan waktu pribadi.
Anda harus memutuskan bagaimana anda ingin menyeimbangkan hidup anda.
Tentukan dan atur prioritas hidup anda. Hidup ini rapuh, hidup ini singkat. jangan sia siakan hidup anda, seimbangkan gaya hidup anda dan nikmatilah KEHIDUPAN......
Collect from BB

CUKUP ITU BERAPA ??

Alkisah seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib.
Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya.
mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang dia inginkan, sebab kucuran kepingan uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "CUKUP".
Si petani itu sangat terperangah melihat kepingan uang emas itu berjatuhan didepan hidungnya.
diambilnya semua ember untuk menampung kepingan uang emas yang ada. Setelah semuanya penuh, dibawanya kegubuknya yang mungil untuk disimpan disana.
Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karung yang dia punya, seluruh tempayan yang dimilikinya, bahkan mengisi penuh seluruh gubuk mungilnya.
Masih kurang !! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun uang emasnya.
Belum cukup juga,.... dia membiarkan uang emas itu tetap mengalir hingga pada akhirnya si petani tersebut mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tidak pernah bisa mengatakan kata "CUKUP".
Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata "CUKUP".
Kapan kita bisa berkata CUKUP???
Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan yang dihasilkan perusahaannya masih dibawah target .
Istri mengeluh bahwa suami kurang memperhatikan, suami berpendapat bahwa istrinya kurang pengertian, anak anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.
Semuanya merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata CUKUP????
Cukup bukan soal berapa jumlahnya. CUKUP adalah persoalan kepuasan hati.
CUKUP hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.
Tak perlu takut untuk mengucapakan kata CUKUP.
Mengucapkan kata CUKUP bukan berarti kita harus berhenti berusaha dan berkarya.
CUKUP jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, madek dan berpuas diri.
Mengucapkan kata CUKUP membuat kita melihat apa yang telah kita terima, dan bukan apa yang belum kita dapatkan.
Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata CUKUP.
Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjasi manusia yang BAHAGIA........
Collect from BB