Sabtu, 03 Mei 2008

DUA BUAH KUTUB

Ada sebuah kisah dari dua bersaudara kandung.
Yang satu berada di panti rehabilitasi narkoba sedangkan saudara lainnya adalah seorang pengusaha otomotif yang terbilang sukses.
Diantara kawan seumur, hal ini sering jd bahan pergunjingan,
mengapa dua bersaudara yg berasal dari orang tua yang sama,
dibesarkan dalam lingkungan yang sama,
dapat menjadi sangat berbeda.
Pada saat berkunjung ke panti rehabilitasi dimana kawan saya itu berada cukup membuat dia terhibur.
Dalam satu perbincangan dia menjwb pertanyaan klise saya
“Ya, semua ini gara-gara Ayah saya”
Dengan lirih dia meneruskan ucapannya
“Ayah saya seorang pemabuk dan penjudi, keluarga saya bangkrut dan berantakan,
dia hanya memikirkan dirinya sendiri,
sama sekali tak pernah memikirkan saya”
Masih tertunduk lesu dan katanya lagi
“Apa yang bisa diharapkan dari saya hasil dari sebuah keluarga yang berantakan ini?”
Pada kesempatan lain saat saya berjumpa dengan saudara yang lainnya di sebuah showroom-nya yang cukup besar dengan aneka mobil terpajang.
Ditengah kegembiraan karena lama tidak berjumpa, salah satu pembicaraan kami adalah tentang saudaranya yang ada di panti rehabilitasi narkoba.
Pertanyaan spontan pun mengalir dari bibir saya
“Apa yang membuat kamu berbeda dengan saudaramu dan bisa sukses seperti sekarang ini?”
Nampak dia menghela nafas kemudian dia berkata
“Sudah terlalu banyak penderitaan dalam kehidupan saya dan keluarga kami, saya hanya bertekad untuk mengakhirinya”
“Saya benar-benar tidak ingin bernasib seperti Ayah saya dan ingin membahagiakan Ibuku, itulah tekad saya selama ini”
Keduanya mendapatkan kekuatan & motivasi dari sumber yg sama,
bedanya adalah yang seorang memanfaatkannya secara positif, dan seorang lainnya menggunakannya secara negatif.
“Mereka yang positif tak peduli segelap apapun keadaannya, kepalanya selalu tegak serta menengadah melihat semua kemungkinan dan semua itu ada dihadapannya. “
collect from andistuff

Tidak ada komentar: