Kamis, 08 November 2007

Belajar Dari Nelayan

Cerita tentang Nelayan adalah certia klasik yang kebenarannya perlu kita renungkan.
Suatu hari seorang pengusaha sedang berlibur ke sebuah kampung nelayan.
Ia merasa teganggu saat melihat seorang nelayan sedang bersantai dibawah pohon.

"Pak.., mengapa Bapak tidak melaut?"
"Saya sudah melaut semalam, dan saya perlu beristirahat".
"Kalau Bapak melaut lagi, Bapak akan menghasilkan banyak ikan".
"Lalu?"
"Bapak bisa mengumpulkan uang untuk membeli sebuah perahu".
"Lalu?"
"Dengan perahu itu, Bapak tidak perlu lagi menyetorkan sebagian keuntungan Bapak kepada pemilik perahu".
"Lalu?"
Bapak bisa mengumpulkan lebih banyak uang untuk membeli perahu kedua".
Dengan perahu kedua, Bapakbisa menghasilkan banyak uang dan membeli perahu ketiga, keempat, kelima, keenam dan seterusnya".
"Lalu?"
"Jika perahu Bapak sudah banyak, Bapak bisa menyewakan perahu Bapak kepada nelayan lain, sehingga Bapak tidak perlu lagi melaut".
"Lalu?"
"Bapak bisa hidup tenang dan besantai".

Nelayan itu tersenyum dan berkata,
"Menurut Bapak, apa yang sedang saya lakukan sekarang ?"

Nasehat pengusaha itu baik. Namun, apa yang dilakukan nelayan itu justru ngajarkan kita satu hal. Hidup itu harus seimbang. Pepatah Amerika mengatakan :

" Bekerja terus tanpa beristirahat akan menghasilkan orang seperti Jack, seorang yang mati dengan cepat dan Jean seorang janda yang kaya".

Kita perlu, secara sengaja, berhenti sejenak dari kerja keras dan rutinitas kita untuk menikmati segarnya rerumputan hijau, kicau burung di udara, dan harumnya mawar yang sedang mekar.

"Berani Berpikir Besar" Penulis : Xavier Quentin Pranata

Collect from TML (my friend)

Tidak ada komentar: