Susan Bailey adalah seorang pelanggan setia. Ia seorang eksekutif di sebuah perusahaan real estate besar di Manhattan. Ia datang ke tokoku dua kali setahun (selalu tergesa-gesa), memilih pakaian dengan cepat (ia tidak pernah mencobakan pakaian yang dibelinya, sebab katanya ukuran 20 pasti pas untuknya, dan ia sudah tahu model-model dan pakaian keluaran perusahaan mana yang sesuai untuknya), bergegas ke kasir untuk membayar, lalu lari ke mobil yang sudah menunggu.
Ia selalu membeli yang terbaik: Jones New York dan Harve Benard adalah merek favoritnya, dan jumlah pembeliannya selalu melebihi seribu dolar. Tak perlu dikatakan lagi, aku selalu ikut berdebar kalau ia menyerbu masuk ke dalam toko dengan tergesa-gesa (pelanggan yang berbelanja hingga ribuan dolar tidak mudah didapat akhir-akhir ini).
Kuberikan ia perhatian sepenuhnya. Meski sulit bagiku untuk mengikuti langkahnya yang gesit saat ia bergerak di dalam toko, dengan setia aku membututinya dan melayani semua kebutuhannya, dan aku selalu masih terengah-engah setelah ia keluar toko dengan terburu-buru. Meski ia selalu menimbulkan ketergesaan setiap kali datang, aku selalu senang menyambutnya.
Aku bersyukur bahwa seorang eksekutif penting dari Manhattan mau mendatangi tokoku yang sederhana, meski aku tahu bahwa diskon besar yang kuberikan untuk pakaian-pakaian desainerlah yang menarik minat mereka, bukan kepribadianku yang memikat. Pokoknya aku merasa tersanjung.
Suatu hari aku sedang memikirkan para pelanggan yang sudah beberapa lama tidak kulihat. Sekonyong-konyong aku menyadari bahwa Susan Bailey sudah lama tidak datang. Sudah sangat lama, pikirku dengan tersentak. Mungkin sekitar dua tahun. Aku bertanya-tanya, apa yang terjadi padanya.
Apakah ia salah satu dari sedikit orang yang berhasil dalam dietnya dan bisa mempertahankan berat badannya yang baru ? Apakah ia sudah pindah? Adakah seseorang ditokoku yang tanpa sadar telah membuatnya tersinggung? Atau ia sekarang berbelanja ditempat lain? Aku berniat meneleponnya, tapi aku tak mau dianggap lancang. Maka kukirimkan kartupos padanya, memberitahukan akan ada obral istimewa. Kartu pos itu dikembalikan dengan tanda "Alamat tidak dikenal". Aku merasa kehilangan ketika kartu pos itu kembali.
Collect from TML (my friend)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar